Jakarta (KABARIN) - Cokelat memang jadi camilan favorit banyak orang. Tapi buat penderita diabetes, makanan manis ini sering bikin khawatir karena bisa memicu lonjakan kadar gula darah.
Hal itu bukan tanpa alasan. Cokelat umumnya dibuat dari kakao, mentega kakao, gula tambahan, serta susu atau padatan susu. Kombinasi bahan tersebut bisa membuat kadar gula darah naik lebih cepat jika dikonsumsi tanpa memperhatikan jenis dan porsinya.
Karena itu, penderita diabetes tetap perlu lebih selektif saat ingin menikmati cokelat.
"Seberapa banyak cokelat dapat meningkatkan gula darah Anda bergantung pada jenis cokelatnya, berapa banyak gula yang terkandung di dalamnya, dan makanan lain apa yang Anda makan bersamaan," kata ahli gizi Mary Ellen Phipps sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Minggu (8/3).
Menurut Phipps, salah satu pilihan yang relatif lebih aman adalah dark chocolate atau cokelat hitam. Jenis cokelat ini termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah, yaitu makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah lebih lambat dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi.
Ia menjelaskan bahwa cokelat hitam juga punya sejumlah manfaat kesehatan dan paling kecil kemungkinannya memicu lonjakan gula darah.
Sebagian besar manfaat tersebut biasanya ditemukan pada cokelat dengan kandungan kakao sekitar 70 hingga 85 persen.
"Jenis cokelat ini biasanya mengandung lebih sedikit gula (tambahan) dan lebih banyak serat, yang bagus untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Cokelat ini juga lebih tinggi vitamin, mineral, dan antioksidan," ia menjelaskan.
Selain itu, biji kakao yang menjadi bahan utama cokelat juga mengandung nutrisi penting seperti protein, kafein, serta berbagai mineral. Di antaranya kalium, fosfor, tembaga, zat besi, seng, dan magnesium.
Nutrisionis pun menyarankan penderita diabetes untuk memilih produk cokelat dengan kandungan kakao tinggi, minimal 70 persen.
"Anda dapat memilih cokelat yang dimaniskan dengan pemanis non-nutrisi seperti stevia, buah monk, eritritol, atau inulin, yang semuanya tidak akan meningkatkan gula darah Anda seperti pemanis lainnya," kata nutrisionis Kelsey Kunik, RD.
Selain memilih jenis cokelat yang tepat, penderita diabetes juga disarankan mengombinasikannya dengan makanan yang mengandung protein, seperti kacang-kacangan.
Kandungan protein dan lemak sehat dalam kacang dapat membantu memperlambat penyerapan gula dari cokelat, sekaligus membuat camilan terasa lebih mengenyangkan.
Sebaliknya, produk cokelat dengan kadar gula tinggi sebaiknya dibatasi. Contohnya cokelat dengan tambahan krim atau karamel yang umumnya mengandung gula lebih banyak.
Porsi konsumsi juga penting untuk diperhatikan. Penderita diabetes dianjurkan makan cokelat dalam jumlah wajar, sekitar satu hingga dua ons saja.
Cokelat juga bisa dinikmati mendekati waktu makan atau dikombinasikan dengan camilan kaya protein agar kadar gula darah tetap lebih stabil.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026